indir
Yayinci: radikalcocuklar
|
Radikal Gazetesi Orijinal Demokrasi Reklam Filmi (Sansürsüz)
Radikal Orijinal Demokrasi ÇocuklarReklamcılık www.cocuklar.com.tr TV ad reklam filmi gazete din dil dövme sansür
sansürsüz rtük darbe shopping channel piercing laik demokrat demokratik
türkiye türban çember top keçi punk rasta medeni anayasa düşünce özgürlüğü
özgürlük inanç şalom silav merhaba selamünaleyküm taklit dışlanma taraf
cumhuriyet devlet baş örtüsü yemeni ermeni musevi rum laz kürt rejim seçim
oy bikini ateist müslüman hristiyanlık islam papaz haham imam ayrım güvence
ücretsiz bedava eşitlik saç sakal model marjinal azınlık hoşgörü sistem
yönetim zarf sandık manken cansız vitrin
Etiketler:[radikal] [orijinal] [demokrasi] [cocuklarreklamcilik]
|
indir
Yayinci: kiralikdunya
|
Ugur Mumcu - Arabesk Demokrasi
uğur mumcu bahriye üçok ahmet taner kışlalı gaffar okkan aziz nesin necip hablemitoğlu muammer aksoy abdi ipekçi turan dursun metin altıok kemal türkler nesimi çimen onat kutlar mustafa kemal atatürk kemalizm kemalist ak parti zaman sızıntı necmettin erbakan 1mayıs 1 mayıs akp ak parti chp deniz baykal tuncay özkan mhp ülkücü alparslan alpaslan türkeş devlet bahçeli dsp bbp muhsin yazıcıoğlu dtp pkk tkp ip işçi partisi doğu perinçek dp abdullah öcalan yaşar büyükanıt kürdistan bozkurt orhan gencebay ferdi tayfur müslüm gürses tsk tarkan deniz gezmiş nihal atsız selda bağcan ahmet kaya alevilik alevi tayyip erdoğan abdullah gül sol sosyalizm komünizm sosyalist ateist ateizm şeriat şeriatçı yobaz muhammed allah komünist devrim ahmet kaya nazım hikmet ran arif sağ neşet ertaş fikret kızılok ilhan irem fenerbahçe galatasaray beşiktaş zülfü livaneli tolga çandar kanaltürk art add şeriat islam islamiyet kuran aşık ihsani ozan arif mahzuni mahsuni şerif muhlis akarsu hasret gültekin cem karaca barış manço erkin koray soner yalçın küçük emin çölaşan ilhan selçuk demokrasi laiklik cumhuriyet şehitleri kürt kürdistan sivas katliamı madımak nihat genç fethullah gülen abdullah çatlı mehmet ali ağca kan uykusu osman pamukoğlu türkiye
"İnsan ahl&226;kı bakımından, basın ahl&226;kı bakımından eleştiriyorum bütün bunları..."
Uğur Mumcu
Kitapları
* Mobilya Dosyası (1975)
* Suçlular Ve Güçlüler (1975)
* Sakıncalı Piyade (1977)
* Bir Pulsuz Dilekçe (1977)
* Büyüklerimiz (1978)
* Çıkmaz Sokak
* Tüfek İcad Oldu
* Silah Kaçakçılığı Ve Terör (1981)
* Söz Meclisten İçeri (1981)
* Ağca Dosyası (1983)
* Terörsüz Özgürlük
* Papa - Mafya - Ağca
* Liberal Çiftlik
* Devrimci Ve Demokrat
* Aybar İle Söyleşi
* İnkılap Mektupları
* Rabıta
* 12 Eylül Adaleti
* Bir Uzun Yürüyüş
* Tarikat - Siyaset - Ticaret
* Kazım Karabekir Anlatıyor
* 40'ların Cadı Kazanı
* Kürt İslam Ayaklanması 1919-1925
* Gazi Paşa'ya Suikast
* Sakıncalı Piyade (Tiyatro)
* Söze Nereden Başlasam
* Bu Düzen Böyle Mi Gidecek?
* Bomba Davası Ve İlaç Dosyası
* Sakıncasız
* Eğilmeden Bükülmeden
* Kürt Dosyası (1993)
Etiketler:[] [ugur] [mumcu] [ahmet] [taner] [kislali] [necip] [hablemitoglu] [turan] [dursun] [aziz] [nesin] [mustafa] [kemal] [ataturk] [seriat] [akp]
|
indir
Yayinci: ahmadqadafi
|
[Today's Dialogue] Konsep Khilafah Vs Demokrasi 01
Ismali Yusanto sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengatakan Banyak kalangan muslim menganggap sudah saatnya sistem pemerintahan dalam Islam kembali ke jaman Khilafah-khilafah besar pada era sepeninggal Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Bakar Siddiq, Umar ibn Khattab, Usman bin Affan dan Ali ibn Abi Thalib, yang telah membuat kejayaan Islam dimuka bumi.
Namun pendapat juru bicara HTI tersebut tidak sepenuhnya relevan jika diterapkan di Indonesia, karena dapat mengikis nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun kata Abdul Moqsith Ghazali yang juga koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL).
Pendapat berbeda disampaikan oleh Novriantoni Kahar, dosen Universitas Paramadina. Menurutnya jika Indonesia menerapkan sistem khilafah maka akan terjadi kemunduran dalam sistem pemerintahan Indonesia. Sebab sistem khilafah hampir mirip dengan sistem kerajaan cuma berbeda caranya.
Jika kerajaan berdasarkan sistem kekeluargaan, khilafah ditunjuk oleh pemimpin terdahulunya tapi berdasarkan kualitas seseorang.
Forum yang menarik ini layak untuk disimak dan diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran untuk dapat membandingkan sistem pemerintahan yang layak bagi Indonesia.
Narasumber Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia), Abdul Moqsith Gazhali (Koordinator Jaringan Islam Liberal), dan Novriantoni Kahar (Dosen Universitas Paramadina)
Etiketler:[] [todays] [dialog] [islam] [liberal] [ht] [hizbut] [tahrir] [metro] [tv] [metrotvnews] [moqsith] [ghazali] [jil] [novriantoni] [meutya] [hafid] [khilafah] [demokrasi] [vs] [versus] [hti]
|
indir
Yayinci: ahmadqadafi
|
[Today's Dialogue] Konsep Khilafah Vs Demokrasi 02
Ismali Yusanto sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengatakan Banyak kalangan muslim menganggap sudah saatnya sistem pemerintahan dalam Islam kembali ke jaman Khilafah-khilafah besar pada era sepeninggal Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Bakar Siddiq RA, Umar ibn Khattab RA, Usman bin Affan RA dan Ali ibn Abi Thalib Karramallahu Wajhah, yang telah membuat kejayaan Islam dimuka bumi.
Namun pendapat juru bicara HTI tersebut tidak sepenuhnya relevan jika diterapkan di Indonesia, karena dapat mengikis nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun kata Abdul Moqsith Ghazali yang juga koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL).
Pendapat berbeda disampaikan oleh Novriantoni Kahar, dosen Universitas Paramadina. Menurutnya jika Indonesia menerapkan sistem khilafah maka akan terjadi kemunduran dalam sistem pemerintahan Indonesia. Sebab sistem khilafah hampir mirip dengan sistem kerajaan cuma berbeda caranya.
Jika kerajaan berdasarkan sistem kekeluargaan, khilafah ditunjuk oleh pemimpin terdahulunya tapi berdasarkan kualitas seseorang.
Forum yang menarik ini layak untuk disimak dan diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran untuk dapat membandingkan sistem pemerintahan yang layak bagi Indonesia.
Narasumber Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia), Abdul Moqsith Gazhali (Koordinator Jaringan Islam Liberal), dan Novriantoni Kahar (Dosen Universitas Paramadina)
Etiketler:[] [todays] [dialog] [islam] [liberal] [ht] [hizbut] [tahrir] [metro] [tv] [metrotvnews] [moqsith] [ghazali] [jil] [novriantoni] [meutya] [hafid] [khilafah] [demokrasi] [vs] [versus] [hti]
|
indir
Yayinci: ahmadqadafi
|
[Today's Dialogue] Konsep Khilafah Vs Demokrasi 03
Ismali Yusanto sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengatakan Banyak kalangan muslim menganggap sudah saatnya sistem pemerintahan dalam Islam kembali ke jaman Khilafah-khilafah besar pada era sepeninggal Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Bakar Siddiq, Umar ibn Khattab, Usman bin Affan dan Ali ibn Abi Thalib, yang telah membuat kejayaan Islam dimuka bumi.
Namun pendapat juru bicara HTI tersebut tidak sepenuhnya relevan jika diterapkan di Indonesia, karena dapat mengikis nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun kata Abdul Moqsith Ghazali yang juga koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL).
Pendapat berbeda disampaikan oleh Novriantoni Kahar, dosen Universitas Paramadina. Menurutnya jika Indonesia menerapkan sistem khilafah maka akan terjadi kemunduran dalam sistem pemerintahan Indonesia. Sebab sistem khilafah hampir mirip dengan sistem kerajaan cuma berbeda caranya.
Jika kerajaan berdasarkan sistem kekeluargaan, khilafah ditunjuk oleh pemimpin terdahulunya tapi berdasarkan kualitas seseorang.
Forum yang menarik ini layak untuk disimak dan diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran untuk dapat membandingkan sistem pemerintahan yang layak bagi Indonesia.
Narasumber Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia), Abdul Moqsith Gazhali (Koordinator Jaringan Islam Liberal), dan Novriantoni Kahar (Dosen Universitas Paramadina)
Etiketler:[] [todays] [dialogue] [islam] [liberal] [ht] [hizbut] [tahrir] [metro] [tv] [metrotvnews] [jil] [khilafah]
|
indir
Yayinci: ahmadqadafi
|
[Today's Dialogue] Konsep Khilafah Vs Demokrasi 04
Ismali Yusanto sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengatakan Banyak kalangan muslim menganggap sudah saatnya sistem pemerintahan dalam Islam kembali ke jaman Khilafah-khilafah besar pada era sepeninggal Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Bakar Siddiq, Umar ibn Khattab, Usman bin Affan dan Ali ibn Abi Thalib, yang telah membuat kejayaan Islam dimuka bumi.
Namun pendapat juru bicara HTI tersebut tidak sepenuhnya relevan jika diterapkan di Indonesia, karena dapat mengikis nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun kata Abdul Moqsith Ghazali yang juga koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL).
Pendapat berbeda disampaikan oleh Novriantoni Kahar, dosen Universitas Paramadina. Menurutnya jika Indonesia menerapkan sistem khilafah maka akan terjadi kemunduran dalam sistem pemerintahan Indonesia. Sebab sistem khilafah hampir mirip dengan sistem kerajaan cuma berbeda caranya.
Jika kerajaan berdasarkan sistem kekeluargaan, khilafah ditunjuk oleh pemimpin terdahulunya tapi berdasarkan kualitas seseorang.
Forum yang menarik ini layak untuk disimak dan diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran untuk dapat membandingkan sistem pemerintahan yang layak bagi Indonesia.
Narasumber Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia), Abdul Moqsith Gazhali (Koordinator Jaringan Islam Liberal), dan Novriantoni Kahar (Dosen Universitas Paramadina)
Etiketler:[] [todays] [dialogue] [islam] [liberal] [ht] [hizbut] [tahrir] [metro] [tv] [metrotvnews] [jil] [khilafah]
|
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20] |
|
|
|